Metode Education Games

Education menurut Peter Salim dalam Kamus The Kontemporary English Indonesia Dictionary berarti Pendidikan yang bersifat mendidik dan, memberikan contoh/suri tauladan yang baik dan berhubungan langsung dengan pengajaran/pendidikan.[1]
Menurut Andang Ismail Education Yaitu sesuatu yang bersifat mendidik, memiliki unsur pendidikan. Sedangkan Games berarti permainan yang menyenangkan.[2] Menurut Kartini Kartono, bahwa “Permainan adalah kesibukan yang dipilh sendiri dan berlangsung secara tidak sadar”.[3]
Zulkifli juga berpendapat bahwa “Permainan adalah kesibukan, yang dipilih sendiri tanpa ada paksaan, tanpa didesak oleh rasa tanggung jawab”.[4] Sedangkan Jerome mendefinisikan permainan adalah sesuatu yang menggembirakan dan menyenangkan. Permainan tidak mempunyai tujuan ekstrinsik, motivasi anak subyektif dan tidak mempunyai tujuan praktis. Permainan merupakan hal yang spontan dan suka rela, dipilih secara bebas oleh pemain. Pemain mencakup keterlibatan aktif dari pemain.[5]
Sedangkan menurut Abu Ahmadi, “Permainan adalah suatu perbuatan yang mengandung keasyikan atas kehendak sendiri, bebas tanpa ada paksaan, dengan tujuan untuk memperoleh kesenangan pada waktu mengadakan kegiatan tersebut”.[6] Secara umum permainan adalah sesuatu yang menyenangkan dan menghibur, yang tidak memiliki tujuan ekstrinsik dan tujuan praktis. Permainan tersebut bersifat suka rela tnpa adanya paksaan.
Jadi Education games ( permainan edukatif ) adalah suatu kegiatan yang sangat menyenangkan dan dapat merupakan cara/ alat pendidikan yang bersifat mendidik. Permainan edukatif bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, berpikir, serta bergaul dengan lingkungan dan Permainan edukatif juga bermanfaat untuk menguatkan dan menerampilkan anggota badan si anak, mengembangkan kepribadian, mendekatkan hubungan antara pengasuh dengan pendidik (anak didik), kemudian menyalurkan kegiatan anak didik, dan sebagainya. [7]
Pada dasarnya, semua jenis dan bentuk mainan anak memiliki muatan pendidikan/bersifat edukatif sebab anak sesungguhnya ketika melakukan aktivitas bermain, ia sedang belajar. Ia sebenarnya sedang mencari pengalaman yang akan bermanfaat bagi hidupnya kelak setelah dewasa. Namun itu tanpa disadarinya secara langsun
Syarat-syarat Education Games
Education games mempunyai pengaruh yang unik dalam pembentukan pribadi anak, membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh sebab itu alat permainan harus mempunyai syarat-syarat yang dapat dijadikan tolok ukur sebagai suatu alat permainan yang mendidik.
Adapun syarat-syarat Education games antara lain :
a.       Dapat digunakan dalam berbagai cara/dapat dibuat keberbagai macam bentuk, manfaat dan tujuan. Ini sangat sesuai untuk mengembangkan daya fantasi anak, misalnya : Plastisin ( lilin ), mainan balok/meronce, yang bisa disusun sesuai kehendak sendiri, selain melatih motorik halus juga pengenalan warna, bentuk dan ukuran.
b.      Tidak berbahaya dan aman bagi anak
Ada beberapa Education games yang dianggap berbahaya apabila digunakan oleh anak, seperti : pisau tajam, korek api, gunting dsb.
c.       Membuat anak terlibat secara aktif
Hal ini sangat berbeda dengan anak yang sedang menonton TV atau mendengar cerita yang hanya pasif melihat dan mendengar dimana anak tidak berperan aktif melakukan sesuatu yang intensif.
d.      Bersifat konstruktif
Yaitu alat permainan yang mudah disusun, dibongkar pasang dan dapat diperbaiki sendiri, seperti : Puuzle, balok, kertas dsb.[8]
Ciri-Ciri Education Games ( Permainan Edukatif )
a.       Dapat merangsang anak secara aktif berpartisipasi dalam proses, tidak hanya diam secara pasif melihat saja.
b.      Bentuk permainan tersebut biasanya “unstrusure” sehingga dimungkinkan bagi anak untuk membentuk, merubah dan mengembangkan sesuai dengan imajinasinya.
c.       Dibuat dengan tujuan/pengembangan tertentu, sesuai dengan target usia anak tertentu.
d.      Selain faktor tersebut diatas, harus diperhatikan usia anak. Untuk itu, harus dipilih jenis mainan yang diperlukan bagi anak kita. Misalnya, pilihlah mainan yang dapat mengembangkan motorik-kasar bagi perkembangan kritis kemampuan berjalan. Misalnya adalah jenis mainan yang ditarik.
 Macam-macam Education Games (Permainan Edukatif)
Macam-macam permainan yang ada pada anak, para ahli berusaha membedakan jenis permainan diantaranya:
a.      Permainan gerak atau fungsi
                  Yang dimaksud ialah permainan yang mengutamakan gerak dan berisi kegembiraan didalam bergerak.
b.      Permainan destruktif
                  Yang dimaksud ialah bahwa anak bermain dengan merusakkan alat-alat permainanya itu. Seakan-akan ada rahasia didalam alat permainannya itu dan ia mencari rahasia itu. Dalam hal ini Stren mengatakan bahwa dengan hasil merusak si anak menemukan kesenangan.
c.       Permainan Konstruktif
                  Yang dimaksud ialah anak senang gekali membangun. Disusun balok-balok, batu-batu dsb. Menjadi sesuatu yang baru dan dengan itu si anak menemukan kebahagiaan,
d.      Permainan Peranan/Ilusi
                  Yang dimaksud ialah permainan yang ada didalamnya si anak menjadi penting. Contoh Siti yang bermain boneka adalah siti yang bererperan sebagai seorang ibu.
e.       Permainan Reseptif
                  Permainan ini yang paling baik untuk menanamkan sifat-sifat yang baik kepada anaknya, agar tumbuh menjadi pribadi yang baik.
 f.        Permainan Prestasi
                  Yang dimaksud ialah didalam permainan itu si anak berlomba-lomba untuk menunjukkan kelebihannya. Baik kelebihan dalam kekuatan dalam keterampilan maupun dalam ketangkasannya. [9]
g.  Permainan Kreatif
                  Permainan ini dilakukan untuk mengembangkan daya cipta anak, antara lain menggambar dengan pensil warna/cat air/Krayon, menggunting dan menempel, mencocok, membentuk sesuatu dari lempung, melipat kertas, dan lain-lain.[10]
Secara teoritis kita dapat membagi aktivitas anak dalam bermain ini menjadi empat macam yaitu:
a.       Bermain fisik, merupakan kegiatan bermain yang berkaitan dengan upaya pengembangan aspek motorik anak, seperti: berlari, melompat, memanjat, dan berayun-ayun.
b.      Bermain kreatif, merupakan bentuk bermain yang erat hubungannya dengan pengembangan kreatifitas, seperti: menyusun balok, bermain dengan lilin atau pasir, melukis dengan jari, dan sebagainya.
c.        Bermain Imajinatif,  merupakan kegiatan bermain yang menyertakan fantasi anak, seperti: bermain sandiwara dimana anak dapat mengembangkan imajinasi anak dapat mengembangkan imajinasi dengan peran yang berbeda-beda.
d.      Bermain manipulasi, merupakan kegiatan bermain yang menggunakan alat tertentu, seperti: gunting, obeng, palu, lem, kertas lipat, dan sebaginya untuk mengembangkan kemampuan khusus anak.[11]
Fungsi Education Games (Permainan Edukatif)
Permainan Edukatif dapat berfungsi sebagai berikut:
a.       Memberikan ilmu pengetahuan kepada anak melalui proses pembelajaran bermain sambil belajar.
b.      Merangsang pengembangan daya pikir, daya cipta, dan bahasa, agar dapat menumbuhkan sikap, mental, serta akhlak yang baik.
c.       Menciptakan lingkungan bermain yang menarik, memberikan rasa aman dan menyenangkan.
d.      Meningkatkan kualitas pembelajaraan anak[12]
Bermain memiliki peran yang penting dalam perkembangan anak pada hampir semua bidang perkembangan, baik perkembangan fisik-motorik, bahasa, intelektual, moral, social, maupun emosional.
1.      Kemampuan Motorik
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bermain  memungkinkan anak bergerak secara bebas sehingga anak mampu  mengembangkan kemampuan motoriknya. Pada saat bermain anak berlatih menyesuaikan antara pikiran dan gerakan menjadi suatu keseimbangan.
2.      Kemampuan Kognitif
Menurut Piaget, anak belajar memahami pengetahuan dengan berinteraksi melalui obyek yang ada di sekitarnya. Bermain memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan obyek.
3.      Kemampuan Afektif
Setiap permainan memiliki aturan. Aturan akan diperkenalkan oleh teman bermain sedikit demi sedikit, tahap demi tahap sampai setiap anak memahami aturan bermain. Oleh karena itu, bermain akan melatih anak menyadari adanya aturan dan pentingnya mematuhi aturan. Hal itu merupakan tahap awal dari peerkembangan moral (Afeksi).
4.      Kemampuan Bahasa
Pada saat bermain anak dapat menggunakan bahasa, baik untuk berkomunikasi bersama temannya maupun sekedar menyatakan pikirannya (Thingking Aloud).
5.      Kemampuan Sosial
Pada saat bermain anak berinteraksi dengan yang lain. Interaksi tersebut mengajarkan anak cara merespon, memberi dan menerima, menolak atau setuju dengan ide dan prilaku anak yang lain.[13]
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permainan Anak
Menurut Elizabeth B. Hurlock, ada delapan faktor yang dapat mempengaruhi permainan anak yaitu:
a.       Kesehatan
Semakin sehat anak, semakin banyak energinya untuk bermain aktif, seperti: permainan anak dan olah raga.
b.      Perkembangan motorik
Permainan anak pada setiap usia melibatkan koordinasi motorik. Apa saja yang akan dilakukan dan waktu bermainnya bergantung pada perkembangan motor mereka.
c.       Intelegensi
Pada setiap usia, anak yang pandai lebih aktif dari pada anak yang kurang pandai dan permainan mereka lebih menunjukkan kecerdikan.
d.      Jenis kelamin
Anak laki-laki bermain lebih kasar ketimbang anak perempuan, dan lebih menyukai permainan dan olah raga ketimbang berbagai jenis permainan lain.
e.       Lingkungan
Anak dari lingkungan yang buruk kurang bermain ketimbang anak lainnya. Hal ini disebabkan karena kesehatan yang buruk, kurang waktu, peralatan dan ruang yang memadai.
f.       Status sosial ekonomi
Anak dari kelompok social ekonomi yang lebih tinggi lebih menyukai kegiatan yang mahal, seperti lomba atlit dan bermain sepatu roda. Sedangkan mereka dari kalangan bawah dalam kegiatan yang tidak mahal. Seperti: bermain bola dan renang.
g.      Jumlah waktu bebas
Jumlah waktu bermain terutama tergantung kepada status ekonomi keluarga.
h.      Peralatan bermain
Peralatan yan dimiliki anak mempengaruhi permainannya. Misalnya dominasi boneka dan binatangbuatan mendukung permainan pura-pura.[14]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: