Discovery Learning

Metode belajar Discovery disebut juga sebagai metode belajar menemukan dimana siswa akan belajar secara mendiri untuk membahas suatu masalah tertentu yang diberikan oleh guru dengan berbagai peralatan dan media. Diskusi dan proses kegiatan sebagian besar ditentukan sendiri oleh siswa baik selama pengajaran dikelas maupun dalam kelompok. Sejauh mungkin mereka sendiri yang memilih metode penelitian. Menentukan langkah-langkah kegiatan yang akan dilaksanakan, mengusulkan dan melaksanakan proesedur–prosedur pemecahan masalah. Selama langkah-langkah tersebut peranan dan kegiatan guru cukup terbatas. Guru hanya menberikan konsoltasi, mengusulkan, dan mendorong kalau benar-benar dibutuhkan .

Jika kegiatan siswa berubah menjadi suatu kegiatan yang menyimpang dari tujuan pengajaran, guru harus turun tangan. Keunggulan utama yang dapat dicapai dengan metode ini antara lain :

  1. Pengembangan kemandirian dan kegiatan mandiri siswa.
  2. Stimulasi kemampuan merencanakan, mengorganisasi, dan melaksanakan kegiatan
  3. Pengembangan tanggung jawab terhadap suatu kegiatan
  4. Pengenalan metode-metode kerja dan berpikir dalam bidang penelitian termaksud
  5. Meraih pemahaman yang individual mengenai dunia

Kelemahan metode Discovery

  1.  Waktu pembelajaran relatif lebih lama sehingga tidak bisa menyelesaikan materi lebih cepat
  2. Bagi siswa yang kurang aktif /kurang bisa mengikuti pembejaran ini akan mengalami kesulitan dikelompoknya sehingga hasil pembelajarannya kurang baik.

Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan metode discovery menurut Walter Klinger, SEQIP (1997) adalah sebagai berikut :

  1.  Motivasi, bertujuan menuntun siswa kearah materi pendidikan, untuk memabngkitkan rasa ingin tahu siswa, antusiasme dan kesediaan belajar siswa.
  2. Perumusan masalah, bertujuan memfokuskan perhatian siswa agar mengenali masalah yang akan dibahas.
  3. Penyusunan opini-opini, siswa berdasarkan penagalaman atau iterpretasinya sehingga dapat memberikan hipotesa dari permasalahan yang diberikan
  4. Perencanaan dan kontruksi alat, bertujuan merencanakan dan mengkontruksi suatu perangkat percobaan yang berfungsi, yang memungkinkan verifikasi atau penolakan hipotesa dan penentuan saling keterkaitan antara parameter –parameter yang relevan
  5. Pelaksanaan percobaan, langkah percobaan merupakan titik perhatian pengajaran fisika. Jawaban terhadap pertanyaan ilmiah disini akhirnya akan ditemukan melalui pengalaman percobaan menggunakan peralatan yang khusus dikembangkan untuk tujuan ini.
  6. Kesimpulan, suatu generalisasi dari hasil percobaan yang akan membawa pengetahuan ilmiah yang baru
  7. Abstraksi, abstraksi merupakan perumusan pengetahuan terperinci tertentu yan peroleh melalui kasus khusus dalam rangka melakukan penelitian untuk mencapai syarat-syarat umum. Abstraksi merupakan suatu idealisasi dan suatu generalisasi sejumlah pernyataan yang menggunakan istilah-istilah teknis terperinci dan konsep-konsep yang tepat.
  8. Konsolidassi pengetahuan, bertujuan agar siswa semakin menguasai pengetahuan yang baru diperoleh, untuk memungkinkan integrasi dan internalisasi pengetahuan itu kedalam struktur pengetahuan yang sudah ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: