Teknik Scanning Dalam Pembelajaran

1.      Pengertian Teknik Scanning
Sebagaimana kita ketahui pengertian teknik dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah 1. pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yang berkenan dengan hasil industri (bangunan-bangunan, mesin dan sebagainya); misalnya: sekolah ahli; 2. cara (kepandaian dan sebagainya) berbuat sesuatu atau melakukan sesuatu yang berkenan dengan kesenian; misalnya: – melukis –  mengarang –.[1]
Scanning dalam bahasa Inggris berarti membaca sepintas kilas. Menurut Soedarso, Scanning adalah suatu teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lain-lain. Jadi langsung ke masalah yang dicari yaitu fakta khusus dan informasi tertentu.[2]


20

 

Scanning disebut juga membaca menandai. Membaca memindai (Scanning) ialah membaca sangat cepat. Membaca cepat artinya membaca yang mengutamakan kecepatan dengan tidak mengabaikan pemahamannya. Biasanya kecepatan itu dikaitkan dengan tujuan membaca, keperluan, dan bahan bacaan artinya, seorang pembaca cepat yang baik tidak menerapkan kecepatan membacanya secara konstan diberbagai cuaca dan keadaan  membaca. Penerapan kemampuan membaca itu disesuaikan dengan tujuan membacanya, aspek bacaan yang digali (keperluan) dan berat ringannya bahan bacaan.[3]

Ketika seseorang membaca dengan menggunakan teknik Scanning, dia akan melampaui banyak kata menurut Mikulecky dan Jeffries (1998), teknik Scanning penting untuk meningkatkan kemampuan membaca. Siswa yang menggunakan teknik membaca Scanning akan mencari beberapa informasi secepat mungkin. Banyak siswa mencoba membaca setiap kata dari setiap kalimat yang dibacanya. Dengan berlatih teknik membaca Scanning, seorang bisa belajar membaca untuk memahami teks bacaan dengan cara yang lebih cepat.[4] Karena dengan membaca bisa membuka pengetahuan siswa sesuai dengan ayat al-Qur’an Al-Alaq ayat 1 – 5
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ(1)خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ(2)اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ(3)الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ(4)عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ(5)
Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS. Al – Alaq, 1 – 5)
Dari uraian diatas teknik Scanning adalah membaca cepat yang bertujuan untuk mendapatkan suatu informasi dan fakta tertentu, jadi melompati bagian-bagian yang tidak sesuai tujuan membaca dan langsung kesasaran yang kita cari.
2.      Tujuan Teknik Scanning
Banyak yang mengatakan Scanning sebagai sekedar menyapu halaman, sedangkan pengertian yang sebenarnya adalah suatu ketrampilan membaca yang di atur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien untuk berbagai tujuan, seperti hal berikut:
1.      Untuk mengenali topik bacaan. Apabila anda keperpustakaan atau yang lainnya dan ingin mengetahui pembahasan apa dalam buku yang di pilih itu, anda melakukan Scanning beberapa menit. Scanning untuk melihat bahan yang akan di baca, sekedar untuk mengetahui bahan tersebut, juga banyak dilakukan orang untuk memilih artikel di majalah dan surat kabar (kliping).
2.      Untuk mengetahui pendapat orang (opini). Disini anda sudah mengetahui topik yang di bahas. Yang anda butuhkan adalah pendapat penulis itu terhadap masalah tersebut.
3.      Untuk mendapatkan bagian penting yang kita perlukan tanpa membaca seluruhnya.
4.      Untuk penyegaran apa yang pernah di baca, misalnya dalam menyampaikan ujian atau sebelum menyampaikan ceramah.[5]  
3.      Cara teknik Scanning
Jika kita mempunyai alasan yang tepat untuk melompati suatu bagian atau beberapa bagian dari bacaan yang dihadapi, kita tidak akan kehilangan arti, bahkan mendapat keuntungan, yaitu cepat menyelesaikannya bacaan dan menjadi bersemangat membaca bahan lain yang dengan demikian kita sangat menguasai informasi dan gagasan lebih banyak lagi, beberapa bagian yang dapat dilompati sebagai berikut:
1.      Meliputi definisi, batasan tertentu atau keterangan dan detail yang telah kita ketahui dari buku lain. Akan tetapi jangan melompati keseluruhan bab itu, perhatikan barangkali ada yang mengandung gagasan baru layangkanlah pandangan dengan kecepatan tinggi ke paragraf-paragraf bab itu, barangkali ada gagasan baru. Dan lambatkan pada bagian yang mengandung gagasan baru itu, atau bagian yang menarik dan berharga untuk dibaca.
2.      Melompati bagian-bagian yang berisi informasi yang tidak memenuhi tujuan kita membaca. Misalnya, jika kita membaca suatu biografi dan kita membutuhkan pandangan pendapat suatu masalah orang tersebut, sedangkan bab-bab pertama buku itu membicarakan detai kehidupannya dimasa kecil, maka untuk bagian-bagian ini dilompati.
3.      Adakalanya penulis dalam membuat analisa permasalahan mengawalinya dengan beberapa contoh. Jika kita telah membaca dua atau tiga contoh dan kita merasa sudah cukup menangkap idenya, maka kita dapat melompati contoh-contoh lainnya.
4.      Ada penulis dalam mengawali bab baru menyajikan ringkasan bab sebelumnya. Jika kita baru saja membaca bab sebelumnya itu dan merasa cukup menguasainya, ringkasan itu dapat dilompati.[6]
Untuk Scanning prosa dimaksudkan untuk mencari informasi topik tertentu dalam satu bacaan, yaitu dengan mencari letak dibagian mana dari tulisan itu yang memuat informasi yang dibutuhkan, caranya adalah sebagai berikut:
1.      Harus mengetahui kata-kata kunci yang menjadi petunjuk (clue word). Misalnya untuk mengetahui suatu penduduk daerah tertentu dengan kata-kata kunci: sensus, demografi, kependudukan, pemukiman, dan lain-lain
2.      Kenali organisasi tulisan dan struktur tulisan, untuk memperkirakan letak jawaban. Lihat juga gambar grafik, ilustrasi, tabel, tentunya kalau ada hubunganya maka ada didekatnya. Coba cari juga lewat daftar isi dan indeks.
3.      Gerakan mata secara sistematik dan cepat:
a.       Seperti anak panah, langsung ketengah meluncur ke bawah
b.      Dengan cara pola S atau zigzag
4.      Setelah menemukan tempatnya, lambatkan kecepatan membaca untuk menyakinkan kebenaran apa yang dicari.
Untuk memulai suatu masalah yang akan menjadi suatu artikel yang utuh, atau suatu bagian dari buku, seorang penulis tidak dapat hanya mendasarkan diri pada satu sumber. Dengan hanya satu sumber, ia akan kekurangan bahan, atau pembahasannya kurang luas; ia akan kehilangan gagasan yang baik dari penulis atau peneliti lain mengenai hal yang diteliti. Oleh karena itu, sekalipun hanya untuk begian kecil dari buku, seorang penulis yang baik akan mempelajari topik yang akan dibahas dari berbagai sumber.
Untuk mengumpulkan bahan-bahan mengenai topik tertentu, seorang penulis tidak perlu membaca seluruh bagian buku, tetapi cukup dengan Scanning menemukannya melalui daftar isi dan indeks, serta alat-alat visual, seperti grafik. Dalam suatu buku, topik yang dicari dapat disebarkan diberbagai bab buku. Lokasi atau letak topik tertentu harus cepat ditentukan dengan mengantisipasi beberapa kemungkinan. Pencarian itu harus cepat sekali dilakukan sehingga kita dapat beralih dari satu buku ke buku-buku lainnya. Informasi dan gagasan yang ada mengenai topik tertentu dapat cepat kita kuasai.[7]
Dalam Scanning tidak ada pola khusus untuk gerakan mata yang terbaik. Gerakan mata dikendalikan oleh enam otot kecil yang kuat. Otot-otot ini bersama-sama menarik mata dalam rangkaian tarikan-tarikan kecil tatkala kita menelusuri baris-baris tulisan. Gerakan otot-otot ini dilakukan dengan tekun, diantara pola-pola gerakan otot mata tersebut:
1.      Gerakan ke bawah
Untuk latihan persepsi dalam keterampilan membaca cepat, mata dan tangan bekerja sama. Selain berfungsi membuka halaman, tangan juga berfungsi untuk menandai gerakan mata. Satu tangan membuka halaman buku, sedangkan satu tangan lagi memandu mata untuk bergerak lincah dan tepat.
2.      Gerakan Menyamping
Dalam latihan gerak menyamping atau lateral ini mata dipaksa bergerak dari memandang keseluruhan bagian buku. Berguna untuk melawan subvokalisasi, keblabasan regresi, dan membaca kata demi kata. Kecepatan membaca dapat ditambah dengan kelancaran gerakan mata yang menyapu halaman serta pola gerakan itu. Dengan bantuan tangan mata dipaksa bergerak cepat menyapu halaman untuk menambah kecepatan membaca.
3.      Gerakan Pola S
Gerakan dengan pola “S” dimaksudkan untuk membiasakan mata bergerak ke bawah, tidak terpaku menyusupi baris demi baris, kata demi kata, tetapi cepat ke penampang halaman menurut kebutuhan. Juga hal ini untuk mencegah regresi, melawan godaan untuk menengok kembali kata atau frase yang barusan dibaca gerakan harus dilakukan secara berangsur-angsur, tangan bergerak seolah mengikuti huruf “S”. [8]
4.      Kelebihan dan kekurangan teknik Scanning
Apabila kita membaca suatu bacaan dengan teknik Scanning, maka kita akan mendapatkan beberapa keuntungan dan kekurangannya. Dalam buku Speed Reading karangan Soedarso, dijelaskan bahwa ada beberapa kelebihan dari teknik Scanning, diantaranya adalah:
a.       Lebih cepat menyelesaikan suatu bacaan sehingga kita merasa antusias untuk membaca bacaan yang lain.
b.      Memudahkan kita untuk cepat menguasai informasi.
c.       Bisa diterapkan pada bacaan apapun (buku, surat kabar, buku pelajaran, majalah dan lain-lain)
d.      Dapat membantu seorang untuk membuat pertimbangan untuk memutuskan sesuatu, misalnya yang berhubungan dalam membuat laporan suatu kegiatan.
e.       Sangat membantu siswa untuk mengetahui informasi dan fakta tertentu dari suatu bacaan
f.       Sedangkan kekurangan dari teknik Scanning adalah adanya rasa kebingungan atau kehilangan pemahaman dari apa yang telah dibaca karena mereka belum atau kurang begitu menguasai keterampilan membaca dengan teknik Scanning. Maka dari itu, perlu diadakan latihan agar mereka menguasai keterampilan membaca Scanning.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: