Brain gym

1.      Pengertian Brain gym
Brain gym atau senam otak merupakan program gerakan panca indera, yang dikembangkan oleh Paul E. Dennison, Ph. D yaitu seorang ahli dalam pengembangan gerakan motorik anak.[1] Paul mengembangkan Brain gym (senam otak) di Amerika bersama istrinya yang bernama Gail E. Dennison, Ph. D seorang mantan penari.[2]
Brain gym dikembangkan oleh Paul berdasarkan hasil-hasil penelitian lebih dari 80 tahun oleh para pendidik terapi, ahli pemeriksa mata dan ahli dalam bidang gerakan dan perkembangan anak.
Brain gym (senam otak) adalah latihan yang terangkai atas gerakan-gerakan tubuh yang dinamis dan menyilang. Senam ini mendorong keseimbangan aktivitas kedua belahan otak secara bersamaan, sehingga potensi kedua belahan otak akan seimbang. Aktivitas otak lebih optimal, kecerdasan anak pun menjadi maksimal.[3]


21

 

Brain gym (senam otak) merupakan suatu bentuk latihan yang disebut ”Edu-k” (Educational Kinesiologi). Kata “Education” berasal dari kata latin “Educate” yang artinya ”menarik keluar”. Sedangkan kata “Kinesiology” dikutip dari bahasa Yunani “Kinesis” yang berarti “Gerakan” dan merupakan pelajaran gerakan tubuh manusia. Eduk adalah suatu system yang memberdayakan semua orang yang belajar tanpa batas umur dengan menggunakan aktivitas gerakan-gerakan untuk menarik keluar seluruh potensi seseorang.[4]

Selama lebih dari 50 tahun para perintis latihan behavioral optometry and sensorimotor sudah mengeluarkan statistik penelitian tentang pengaruh gerakan terhadap belajar. Pemahaman Dennison tentang penelitian ini, mendorongnya untuk menciptakan gerakan-gerakan brain gym  yang sederhana, mudah dan sesuai tugasnya, yang akan bermanfaat bagi semua pelajar.
Brain gym (senam otak) ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa dengan menggunakan keseluruhan otak, sehingga siswa menguasai juga bagian-bagian otak yang sebelumnya terhambat. Gerakan-gerakan Brain gym (senam otak) ditampilkan secara klinis, untuk mempersiapkan anak melakukan ketrampilan fisik yang dibutuhkan mereka dalam belajar membaca, menulis dan juga berperan secara efektif di kelas.
Otak manusia merupakan organ yang sangat canggih. Namun diperlukan usaha untuk mewujudkan kecanggihan tersebut, yaitu dengan latihan fisik dan mental secara terkoordinasi atau disebut brain exercise. Hal tersebut bertujuan agar otak dapat berfungsi dan bekerja secara integrative. Seluruh bagian otak bekerja bersama-sama dan keseluruhan untuk menstimulus suatu rangsangan.
Otak belakang terletak di dasar kepala, dari empat bagian fungsional, yaitu:
1.      medulla oblongata
Titik awal saraf tulang belakang dari sebelah kiri badan menuju bagian kanan badan, begitu juga sebaliknya. Medulla mengontrol fungsi otomatis otak, seperti detak jantung, sirkulasi darah, pernafasan dan pencernaan.
2.      Pons
Merupakan “stasiun pemancar” yang mengirimkan data ke pusat otak bersama dengan formasi reticular  ponslah yang menentukan apakah kita terjaga atau tidur.
3.      Bentuk reticular (reticular formation)
Memiliki peranan penting dalam pengaturan gerakan dan perhatian kita. Formasi reticular seolah-olah berfungsi untuk “mengaktifkan” bagian lain dalam otak.
4.      Cerebellum
Disebut juga otak kecil yang berkerut sehingga hampir seperti otak besar (otak secara keseluruhan). Cerebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak, seperti keseimbangan dan koordinasi.[5]
Adapun bagian-bagian penting otak depan, adalah:
1.      Thalamus
Terdiri dari sejumlah pusat saraf dan berfungsi sebagai “tempat penerima” untuk sensor data dan sinyal-sinyal motorik. Misalnya untuk mengirim data dari mata dan telinga menuju bagian yang tepat dalam korteks.
2.      hypothalamus
Berfungsi untuk mengontrol nafsu makan dan shahwat dan mengatur kepentingan biologis lainnya. Hypothalamus dan thalamus bersama-sama membentuk “tangkai atau batang otak” (the brain stem). Batang otak berfungsi untuk mengatur seluruh proses kehidupan yang mendasar.
3.      System Limbic
Limbic berasal dari bahasa latin yang berarti batas. System limbic memungkinkan kita mengontrol insting atau naluri kita. Misalnya, kita tidak serta merta memukul seseorang yang tidak sengaja menginjak kaki kita. System Limbic iterdiri dari tiga bagian utama, yaitu amyglada dan septum yang berfungsi mengontrol kemarahan, agresi, dan ketakutan, serta hippocampus yang penting dalam merekam memorii baru.
Dalam hal belajar, system Limbic menghubungkan pelajaran abstrak dengan perasaan dan pemberian makna dan berperan dalam kemampuan mengingat.[6]
4.      korteks (Korteks cerebral)
Helaian saraf yang tebalnya kurang dari 5 mm, tapi luas bagiannya mencapai 155 cm2. korteks menyusun 70 persen bagian otak. Saraf dalam korteks adalah.
Pembagian penting lainnya dalam korteks adalah:
1.      Lobus Frontal berhubungan dengan perhatian anda dan konsentrasi
2.      Lobus temporal berhubungan dengan bahasa dan ingatan
3.      Lobus parietal berhubungan dengan sensor data
4.      Lobus occipital berhubungan dengan penglihatan dan persepsi
Jadi, proses kesadaran pikiran bergantung pada interaksi kompleks di bagian-bagian otak.[7]
Otak merupakan organ yang benar-benar kompleks terdiri dari miliaran sel dan setiap bagiannya saling berkoordinasi.  Otak dibagi ke dalam sejumlah komponen penyusunnya secara umum untuk menentukan fungsi bagian-bagiannya, yaitu otak depan, otak tengah dan otak belakang.
Pembagian tersebut tidak berdasarkan letaknya pada otak, tapi berdasarkan pada posisi saat manusia masih berbentuk embrio kemudian posisi bagian otak tersebut berubah selama perkembangan janin dalam kandungan.[8]
Otak tengah merupakan pusat syaraf dalam lingkup kecil. Otak tengah adalah lanjutan dari formasi reticular dan merespon pendengaran dan penglihatan (seperti gerak mata). Otak tengah adalah bagian terbesar pada otak. Bagiannya yang paling utama adalah korteks yang mengandung kurang lebih 10 miliar saraf dan terletak pada lapisan luar otak.
Korteks mempunyai sejumlah struktur dan bagian-bagian fungsional, yang paling nyata dari pembagian ini adalah belahan kiri dan kananya.
Secara sepintas otak manusia tampak sangat simetris, otak satu sama lain membentuk bayangan seperti dicermin. Tapi ternyata, belahan otak berat sebelah antara kiri dan kanan baik dalam struktur maupun fungsinya. Belahan kiri korteks lebih besar dari pada belahan kanan, belahan kiri korteks mengontrol sisi kanan tubuh, sementara belahan kanan mengontrol sisi kiri tubuh.[9]
Belahan kiri korteks mengendalikan aktivitas-aktivitas mental yang meliputi fungsi.[10]
1.      Matematika
2.      Bahasa
3.      Logika
4.      Analisis
5.      Menulis
6.      Aktivitas Lain Yang Sejenis
Sedangkan belahan kanan korteks mengendalikan aktivitas lain yang berbeda, yaitu:
1.      Imajinasi
2.      Warna
3.      Musik
4.      Irama atau Ritme
5.      Melamun
6.      Aktivitas lain yang sejenis
2.      Fungsi dan Kegunaan Brain gym
Dengan senam otak (Brain gym), otak diaktifkan pada tiga dimensi. Kegiatan Brain gym berguna untuk menstimulus (Dimensi Lateralitas), meringankan (Dimensi Pemfokusan), atau merelaksasi (Dimensi pemusatan) murid yang terlibat dalam situasi belajar tertentu.
Otak manusia seperti hologram, terdiri dari tiga dimensi dengan bagian-bagian yang saling berhubungan sebagai satu kesatuan. Akan tetapi, otak manusia juga spesifik tugasnya, yang untuk aplikasi gerakan Brain gym dipakai istilah, sebagai berikut.[11]
a.       Dimensi Lateralitas
Lateralitas (sisi) tubuh manusia dibagi dalam sisi kiri dan sisi kanan. Sifat ini memungkinkan dominasi salah satu sisi misalnya menulis dengan tangan kanan atau kiri, dan juga untuk integrasi kedua tubuh. Bila keterampilan ini sudah dikuasai, orang akan mampu memproses kode linear, simbol tertulis (tulisan), dengan dua belahan otak dari kedua jurusan: kiri ke kanan atau kanan ke kiri yang merupakan kemampuan dasar kesuksesan akademik.
b.      Dimensi Pemfokusan
Fokus adalah kemampuan menyeberangi “Garis Tengah Partisipasi” yang memisahkan bagian belakang dan depan tubuh, dan juga bagian belakang (occipital) dan depan otak (frontal lobe). Garis tengah partisipasi adalah garis bayangan vertikal ditengah tubuh, tergantung partisipasi batin pada suatu kegiatan apakah seorang berada didepan atau dibelakang garis tersebut. Ketidak lengkapan seorang berada di depan atau dibelakang garis tersebut. Ketidak lengkapan perkembangan refleks menghasilkan ketidakmampuan untuk secara mudah mengekspresikan diri sendiri dan ikut aktif dalam proses belajar. Pemfokusan pemahaman membantu kesiapan dan konsentrasi untuk menerima hal-hal baru.
c.       Dimensi Pemusatan
Pemusatan adalah kemampuan untuk menyeberangi garis pisah antara bagian atas dan bawah tubuh dan mengaitkan fungsi dari bagian atas dan bawah otak: bagian tengah sistem limbis (mid brain) yang berhubungan dengan informasi emosional serta otak besar (cerebrum) untuk berfikir yang abstrak.
Apa yang dipelajari benar-benar harus dapat dihubungkan dengan perasaan dan memberi arti. Ketidakmampuan untuk mempertahankan pemusatan ditandai oleh ketakutan yang tak beralasan, cenderung bereaksi “berjuang atau melarikan diri” atau ketidakmampuan untuk merasakan atau menyatakan emosi.
Setelah murid belajar bagaimana mengkoordinasikan gerakan mata, tangan, dan tubuh mereka maka dapat disebut kegiatan Brain gym sudah mencapai tujuannya.
3.      Gerakan-Gerakan Brain gym
Banyak kegiatan Brain gym (senam otak) yang dikembangkan Dr. Dennison berdasarkan pengetahuan mengenai hubungan dari gerakan persepsi, dan dampak dari ini adalah gerakan yang luwes dan keterampilan akademis.[12]
Ada berbagai macam gerakan-gerakan Brain gym, tapi sebagian sekolah menggunakan gerakan yang berhubungan dengan membaca selama pelajaran membaca. Tapi ada juga yang menggunakan seluruh gerakan Brain gym di dalam kelas setiap hari. Jadi bisa disimpulkan gerakan-gerakan Brain gym dilakukan sesuai kebutuhan, gerakan-gerakan Brain gym, yaitu:
a.       The Midle Movement (Gerakan Menyeberangi Garis Tengah)
Gerakan ini berpusat pada keterampilan yang diperlukan untuk gerakan bagian tubuh kiri dan kanan dengan melewati bagian tengah tubuh. Garis tengah vertikal tubuh adalah acuan penting yang diperlukan untuk semua kemampuan dua sisi tubuh. “Bidang Tengah” adalah area dimana bidang penglihatan kiri dan kanan saling tumpang tindih. Bidang ini memerlukan peranan kedua mata dan semua otot bersangkutan untuk bekerja sama dengan baik sebagai satu tim sehingga kedua mata berfungsi sebagai satu kesatuan.
Perkembangan kemampuan bergerak secara bilateral (kemampuan mengkoordinasi dua sisi tubuh agar berfungsi sebagai satu unit tunggal) atau dengan dua sisi tubuh seperti merangkak, berjalan, atau melihat ke dalam, sangat penting bagi seorang anak dalam menuju kemandirian.
Juga merupakan prasyarat untuk koordinasi tubuh secara keseluruhan dan kemudahan belajar dalam area penglihatan-dekat. Gerakan ini membantu mengintegrasikan penglihatan dengan mata (Binocular), pendengaran dengan kedua telinga (Binaural), serta sisi kiri dan kanan dari otak dan badan. Selain itu gerakan ini memudahkan pelajar melengkapi keterampilan selama tumbuh kembang dan memungkinkan untuk lebih mengembangkan dan menyempurnakan keterampilan dasar yang sudah ada. Dan juga membantu pelajar untuk meningkatkan koordinasi tubuh atas-bawah, baik untuk kemampuan motorik kasar maupun motorik halus.[13]
b.      Lengthening activities (gerakan meregangkan otot)
Dalam Brain gym, gerakan ini menolong murid untuk mengembangkan dan menguatkan hubungan-hubungan saraf yang memungkinkan mereka untuk menyambungkan antara apa yang telah mereka ketahui di otak bagian belakang dengan kemampuan untuk mengolah dan mengungkapkannya diotak bagian depan.
Murid perlu meningkatkan minat terhadap keterampilan komunikasi untuk membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara dengan penuh rasa ingin menjelajahi, ingin tahu dan berani mengambil resiko. Mekanisme kelangsungan hidup yang ada di batang otak (brainstem) sudah lengkap perkembangannya selama 5 bulan pertama kehidupan untuk mengambil data sensorik dari lingkungannya. Bila seseorang berada dalam situasi baru dan dibanjiri banyak informasi, organisme ini akan merespon dengan menarik atau menahan diri sampai merasa cukup aman untuk maju dengan lebih mudah.
Gerakan merenggangkan otot dapat menyerupai gerakan pemanasan yang dilakukan oleh atlet dan penari. Selain dapat digunakan untuk menyiapkan otot sebelum atau sesudah olah raga, kegiatan ini juga mempunyai tujuan lain, yaitu setiap regangan mengajarkan kembali tubuh untuk membuat perubahan sikap tubuh yang tahan lama, mengembalikan otot kepanjang alaminya.[14]
c.       Energy exercises and deepening attitude (gerakan meningkatkan energi dan penguatan sikap.
Dalam Brain gym, gerakan ini mengaktifkan kembali hubungan-hubungan saraf antara tubuh dan otak sehingga memudahkan aliran energi elektromagnetis ke seluruh tubuh. Gerakan ini menunjang perubahan elektrik dan kimiawi yang berlangsung selama semua kejadian mental dan fisik.
Gerakan meningkatkan energi memperkuat informasi penting dari perubahan atau sentuhan kinestik mengenai hubungan-hubungan internal tubuh yang biasanya berkembang selama masa bayi, ketika keterampilan penglihatan dibentuk pada dasar ”Proprioceptive” ini, terjadi kecocokan ini maka konflik antara saluran-saluran sensorik menyebabkan kesulitan belajar.
Tubuh manusia merupakan salah satu sistem elektris yang paling rumit. Semua masukan melalui penglihatan, pendengaran atau kinestetik, bahkan semua informasi sensorik diubah menjadi signal elektrik dan disambungkan ke otak melalui serabut-serabut syaraf.
Otak mengirim keluar signal elektrik melalui serabut-serabut saraf yang lain untuk memandu sistem pengelihatan, pendengaran, dan otot untuk meresponnya. Aliran ini berjalan pada kecepatan sampai dengan 4000 km (248 mil) per-jam.
Pada saat stress meningkat, tingkat adernalin naik, terjadi penurunan tegangan listrik di membran-membran sel-sel saraf, menyiapkan tubuh untuk bereaksi “Berkelahi atau Lari”. Dalam keadaan ini, tubuh bereaksi untuk bertahan hidup, memusatkan energi elektrik menjauhi neocortex dan ke sistem saraf simpatik.
Gerakan meningkatkan energi dan menunjang sikap positif mengaktifkan neocortex (bagian yang paling muda di dalam otak besar)  dan dengan demikian memfokuskan kembali energi elektrik ke pusat-pusat berfikir yang masuk akal. Hal ini mengaktifkan fungsi parasimpatetik dan mengurangi pelepasan adrenalin. Dengan meningkatkan tegangan elektrik membiarkan saraf pikiran dan tindakan dikoordinasikan kembali.[15]
4.      Langkah-Langkah dan contoh Brain gym
a.       Cross Crawl (Gerakan Silang)
Pelajar menggerakkan secara bergantian pasangan kaki dan tangan yang berlawanan, seperti pada gerak jalan ditempat.
Seiring dengan pertumbuhan tubuh, kerja sama antara kedua sisi yang berlawanan terjadi melalui gerakan seperti merangkak, berjalan dan berlari.
Para ahli berteori bahwa gerakan silang mengalahkan pusat bicara dan bahasa di otak, tetapi Dr. Dennison menemukan bahwa gerakan silang efektif karena merangsang bagian otak yang menerima informasi (Receive) dan juga bagian yang mengungkapkan (expressive), sehingga mempermudah proses belajar yang terintegrasi.[16]
b.      Lazy 8 (8 Tidur)
Menggambarkan 8 tidur atau simbol “Tak Berhingga” memungkinkan pembaca untuk menyeberangi garis tengah visual tanpa berhenti, mengaktifkan mata kanan dan kiri serta mengintegrasikan bidang penglihatan kanan dan kiri.
Angka 8 di gambar dalam posisi tidur dengan titik tengah yang jelas, memisahkan wilayah lingkaran kiri dan kanan, dan dihubungkan dengan garis yang tersambung.
Dr. Dennison mengambil 8 tidur sebagai bagian dan latihan penglihatannya (tahun 1974), dengan menggunakan otot-otot besar untuk menggambar 8 tidur ini para murid akan ada kemajuan kemampuan untuk membedakan simbol dan juga membedakan sisi kiri dari sisi kanan.[17]
c.       Double Doodle (Coretan Ganda)
Coretan ganda adalah kegiatan menggambar dikedua sisi tubuh yang dilakukan pada bidang tengah untuk menunjang kemampuan agar mudah mengetahui arah dan orientasi yang berhubungan dengan tubuh.
Ketika murid telah merasakan perbedaan antara kiri dan kanan, maka saat menggambar dan menulis, dia menempatkan dirinya di pusat, sehingga gerakan keluar atau kedalam, keatas atau ke bawah, selalu dihubungkan dengan pusat tersebut.
Dr. Dennison mengadaptasi kegiatan Dr. Gettman untuk para muridnya guna mendorong kreativitas, bermain dan inovasi.
Coretan ganda membantu untuk pengembangan keterampilan kerja sama kedua mata, kordinasi mata tangan, dominasi tangan, pemusatan penglihatan ke suatu titik yang dekat, dan kegunaan bidang penglihatan tengah. Makin baik penglihatan, kemampuan akademik pun meningkat.[18]
d.      Alphabet 8s (abjad 8)
Abjad 8 mengadaptasi bentuk 8 tidur, aktivitas ini mengintegrasikan gerakan yang menyangkut pembentukan huruf-huruf, memampukan penulisnya untuk menyeberangi garis tengah visual tanpa mengalami kebingungan.
 Banyak huruf mulai atau berakhir dengan menulis garis ke bawah. Bagi kebanyakan murid, ketika penulisan huruf kecil membaik maka tulisan tangan pun umumnya juga lebih mudah.[19]
e.       The Elephant (Gajah)
Keanggunan dan keseimbangan gajah mengilhami gerakan ini. berat seekor gajah India bisa lebih dari 4000 KG, tetapi tiap cm persegi dari jejak kakinya hanya menanggung beban 9,5 KG.
Gerakan gajah mengaktifkan bagian dalam telinga untuk keseimbangan dan kesetimbangan yang lebih baik, juga mengintregasikan otak untuk mendengar dengan kedua telinga, membuat rileks otot-otot tengkuk yang sering timbul sebagai reaksi terhadap bunyi atau gerakan bibir yang berlebihan sewaktu membaca dalam hati.
Pada gerakan gajah, batang, tubuh, kepala, lengan dan tangan bekerja sebagai satu kesatuan, yang disekeliling bayangan 8 tidur dari jarak jauh, dengan fokus mata melewati tangan. Seluruh tubuh ikut bergerak, bukan hanya lengan.[20]
f.       Neck Roll (Putaran Leher)
Putaran leher menunjang relaksnya tengkuk dan melepaskan ketegangan yang disebabkan oleh ketidak mampuan menyeberangi garis tengah visual.
 Bila gerakan ini dilakukan sebelum membaca dan menulis, akan memacu kemampuan penglihatan dengan kedua mata dan pendengaran dengan kedua telinga secara bersamaan.
Kepala diputar diposisi depan saja, setengah lingkaran dan kiri ke kanan dan sebaliknya. Tidak disarankan memutar kepala hingga ke belakang.[21]
g.      The Rocker (Olengan Pinggul)
Gerakan ini dapat mengendorkan punggung bawah dan tulang kelangkang (sacrum) dengan memijat kelompok otot dipaha dan sekitar pantat. Juga merangsang saraf di pinggul yang melemah karena terlalu lama duduk.
Ketika tulang kelangkang dapat bebas bergerak, otak diaktifkan juga karena berada pada ujung susunan saraf pusat.[22]
h.      Cross Crawl Sit-Ups (Gerakan Silang Berbaring)
Gerakan ini memperkuat bagian perut, mengendorkan punggung bawah, dan mengaktifkan integrasi otak kiri dan kanan. Gerakan ini mengembangkan koordinasi otot-otot utama disekitar batang tubuh yang
berkenaan dengan sikap tubuh dan menunjang keteraturan seputar garis tengah tubuh.
Gerakan ini menguatkan otot-otot utama pada batang tubuh dan mengendalikan secara terpisah sikap kepala yang seharusnya telah terjadi pada tahun pertama kehidupan.[23]
i.        Belly Breathing (Pernapasan Perut)
Secara ideal bernafas merupakan kemampuan otomatis yang disesuaikan dengan fungsinya. Pernapasan perut mengingatkan murid untuk tetap bernafas (dan tidak menahan napas) selama suatu kegiatan mental atau fisik yang berat. Ketika bernafas pendek, dada terangkat sedikit saja, aliran oksigen ke otak terbatas, sedangkan bernafas dengan benar mengalirkan banyak oksigen sehingga meningkatkan fungsi otak secara khusus. Napas yang tertahan dan berat menjadi alami dan spontan, oksigen pun menjadi lebih banyak sehingga tersedia energi untuk berfikir, berbicara dan bergerak.[24]
j.        Think of An X (Bayangkan)
X merupakan pola organisasi otak untuk menyeberangi garis tengah lateral. Membayangkan X merupakan pengingat yang sangat membantu murid untuk menggunakan kedua bidang visual dan untuk mengkoordinasikan gerakan kiri kanan tubuh.
Seluruh bagian otak belajar melalui gerakan untuk bekerja sama, membuat kedua sisi dapat memproses penerimaan dan pengekspresian.[25]
k.      The Owl (Burung Hantu)
Gerakan ini dimaksudkan untuk menunjuk kepada ketrampilan-ketrampilan penglihatan, pendengaran dan putaran kepala. Gerakan ini bisa melepaskan ketegangan tengkuk dan bahu yang timbul karena stress khususnya ketika mengangkat buku berat atau ketika mengkoordinasikan mata untuk membaca atau kemampuan melihat dekat lainnya.
l.        Grounder (Pasang Kuda-Kuda)
Gerakan ini adalah kegiatan meregangkan otot yang membuat relaks kelompok otot ileopsoas (kelompok otot-otot yang terdapat di dalam panggul). Otot-otot ini menegang karena duduk lama atau stress didaerah pelvis; yang membatasi gerakan dan kelenturan.
Pasang kuda-kuda mengaktifkan secara aman sistem otot yang menghubungkan, menggerakkan dan menstabilkan dimensi atas dan bawah, kiri-kanan, depan-belakang. Gerakan ini menambah gerakan meregangkan otot.[26]  
m.    Brain Buttons (Sakelar Otak)
Sakelar otak (jaringan lunak dibawah tulang selangka di kiri dan kanan tulang dada) dipijat dengan satu tangan, sementara tangan yang lain memegang pusar. Sakelar otak terletak persis diatas dan menstimulasi arteri karitis yang membawa darah segar (mengandung cukup oksigen) ke otak.
Sakelar otak membangun dasar kinestetik untuk kemampuan penglihatan, dimana kemampuan anak menyeberangi garis tengah lateral tubuh meningkat secara dramatis.
n.      Earth Buttons (Tombol Bumi)
Ujung jari satu tangan menyentuh bawah bibir, ujung jari lainnya dipinggir atas kemaluan (+ 15 cm dibawah pusar). Merasakan hubungan antara tubuh atas dan bawah ini memungkinkan murid mengkoordinasikannya untuk meningkatkan stabilitas.
o.      Balance Buttons (Tombol Imbang)
Tombol imbang dengan segera menyeimbangkan ketiga dimensi : kiri-kanan, atas-bawah, dan belakang-depan. Mengembalikan keseimbangan kebagian belakang otak (occiput) dan daerah telinga bagian dalam membantu memulihkan keseimbangan tubuh secara keseluruhan. Tombol imbang terdapat dibelakang telinga, pada sebuah lekukan dibatas rambut antara tengkorak dan tengkuk (4-5 cm ke kiri dan ke kanan dari garis tengah tulang belakang).
p.      Space Buttons (Tombol Angkasa)
Kedua tangan diletakkan digaris tengah tubuh, satu digaris bibir digaris tengah depan, yang lain digaris tengah belakang pada tulang ekor atau lebih keatas agar aman dan sopan. Ketika distimulasi, mereka menunjang peyaluran zat-zat yang diperlukan otak melalui darah dan cairan serebrospinal.
q.      Arm Activation (Mengaktifkan Tangan atau Mengangkat Tangan)
Gerakan ini merupakan gerakan isometric untuk menolong diri sendiri yang memperpanjang otot-otot dada atas dan bahu. Kontrol otot untuk gerakan-gerakan motorik kasar dan motorik halus dari daerah ini.
Jika otot-otot ini memendek karena ketegangan, maka gerakan tubuh yang berhubungan dengan menulis akan terhambat.
r.        The foot flex (Lambaian Kaki)
Gerakan ini dapat mengembalikan panjang alamiah urat tendon pada kaki dan tungkai bawah. Ini dapat merangsang saraf otak yang berhubungan dengan gerakan maju mundur.
s.       The Calf Pump (Pompa atau Menegangkan Betis)
Gerakan ini adalah suatu proses untuk mengajarkan lagi gerakan guna mengembalikan panjang alamiah dari tendom pada kaki dan tungkai bawah.
Gerakan ini dapat merangsang normalnya gerakan reflek lari ketika dalam bahaya.
t.        The Gravity Glider (Memegang Tapak Kaki yang Bersilang)
Gerakan ini dapat merangsang saraf otak yang berhubungan dengan matematika dan kemampuan berfikir kreatif.
u.      Energizer (Pengisi Energi atau Menarik Nafas)
Gerakan ini dapat meningkatkan peredaran udara ke otak bagian depan. Bagian ini menghubungkan dengan kemampuan memahami dan berpikir  rasional.[27]
v.      The Energy Yawn (Menguap Berenergi)
Menguap merupakan refleks pernapasan alami yang meningkatkan peredaran udara ke otak dan merangsang seluruh tubuh. Sebaiknya kita menutup mulut waktu menguap, tapi jangan menahannya karena bisa menimbulkan ketegangan rahang. Menguap baik dalam Brain gym. Menguap sambil menyentuh tempat-tempat yang tegang dirahang menolong menyeimbangkan tulang tengkorak dan menghilangkan ketegangan dikepala dan rahang.[28]
w.    The Thinking Cap  Pasang atau Memegang Telinga)
Kegiatan ini menolong murid memusatkan perhatian terhadap pendengarannya. Juga, menghilangkan ketegangan pada tulang-tulang kepala. Dengan ibu jari dan telunjuk, pijat secara lembut daun telinga menariknya ke luar, mulai dari ujung atas, menurun sepanjang lengkungan dan berakhir di kuping.[29]

[1] http//www.art-senam otak-ber-gambar.gif
[2] Paul E. Dennison, Ph. D dan Gail E. Dennison, Brain gym, (Jakarta: Grasindo, 1994), 1
[3] http//www.surya-online//senam otak.html
[4] Paul E. Dennison, Ph. D Dan Gail E. Dennison, Brain gym, Jakarta: Grasindo, 1994, Hal. 1
[5]Sidiarto Kusumoputro, Struktur otak Kanan dan Kiri. http/www.yayasan pendidikan pelangi harapan.co.id.htm
[6]Paul E. dennison Ph. D dan gail E. Dennison, Brain Gym, Jakarta: Grasindo, 1994, hal 77
[7]David Cohen, Ph. D, Olah otak melesatkan otak Kiri Otak Kanan, Bandung: Jabal, 2007, hal, 10 – 11
[8] David Cohen, Ph. D, Olah Raga Otak Melesatkan Otak Kiri Otak Kanan, (Bandung: Jabal, 2007), 7 – 8
[9] Ibid, 23
[10] C@haya hati: Brain gym. Ommah-mutia:blogspot.com/2006/brainGym.html
[11] Paul E. Dennison, Ph. D dan Gail E. Dennison, Ph, D, Brain gym, (Jakarta: Grasindo, 1994), 4-6
[13] Ibid, 5-6
[14] Ibid, 29-30
[15] Ibid, Hal. 43-44
[16]Ibid, 7 – 8 
[17] Ibid, 9-10
[18] Ibid, hal 11-12
[19]Ibid. hal 13
[20] Ibid, hal 15-16
[21] David Cohen, Ph. D, Olah Rata Otak Melesatkan Otak Kiri Otak Kanan, Bandung: Jabal 2007, Hal 16
[22] Ibid, hal 17
[23] Paul. E. Dennison ph. D. dan Gail E. Dennison, Brain gym, Jakarta : Grasindo 1994, hal 23-24
[24] Ibid, hal 21
[25] Ibid, hal 27
[26] Ibid, hal 41-53
[27] David Cohen, Ph. D, Olah Raga Otak Melesatkan Otak Kiri Otak Kanan, Bandung : Jabal 2007, Hal 18-21
[28] Paul E. Dennison Ph.  D Dan Gail E. Dennison, Brain gym, Jakarta : Grasindo 1994, Hal 55
[29] Ibid, hal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: