Lamongan Berkuliner di Metropolis

Popularitas lamongan melejit seiring  tenarnya tokoh Amrozi. Ia juga khas dengan sebutan ndeso-nya atau katrok, istilah yang sering dibawakan oleh Tukul. Dan satu lagi yang menadi ciri lamongan yaitu makananya, soto ayam, tahu campur, mie ayam dan nasi eboran. Beragam farina yang menjadi identitas lamongan, tempat wisata, tempat sejarah, bahasa, system kekerabatanya, dll. Redup kala anak negrnya, Amrozi  terekspos oleh media. Atau ketika melihat pedagang kaki lima (PKL) di jalanan yang hampir sering  memberi embel-embel lamongan—soto ayam lamongan.
Layaknya daerah lain, seperti gresik sebagai kota santri, Surabaya sebagai kota pahlawan, malang sebagai kota pendidikan, lamongan malah identik dengan kota sotonya. Lamongan yang cukup banyak pesantren, kenapa tidak dikenal dengan kota santrinya?  Kenapa tidak dikenal dengan objek wisatanya? Padahal ada objek wisata Goa Akbar dan juga wisata  bahari lamongan (WBL). pelajar cornel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: