Jalan Setapak Pendidikan Kita

Munculnya  UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 yang memasukan anggaran pendidikan sebesar 20 % di luar gaji guru seakan memberi harapan akan kemajuan kualitas pendidikan anak bangsa, karena selama ini biaya operasional, sarana dan instrumen pendidikan yang lain, seperti buku membutuhkan biaya besar dan hanya dapat diakses oleh kalangan terbatas. Hal ini mengakibatkan tidak semua anak bangsa merasakan fasilitas pendidikan yang memadai. Dengan adanya UU tersebut ada harapan untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.
Namun realitasnya tidak demikian,  keputusan Mahkamah Konstitusi yang memasukan anggaran guru ke dalam 20 % anggaran pendidikan memupus harapan itu semua. Besar anggaran pendidikan yang sudah terealisasi sekarang belum bisa menutupi entitas dan kualitas pendidikan, belum lagi ditambah gaji guru. Hal ini menandakan tidak adanya perubahan, apalagi yang signifikan pada pendidikan kita, meskipun UU tersebut jelas adanya. Saat pengetahuan berjalan dengan langkah kakinya, kita masih bisa berjalan setapak. Bagaimana bisa mengejar ?
(Pelajar cornel)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: