IPNU Berdiri, perlukah?

Pendirian IPNU merupakan suatu keharusan sejarah karena diberbagai daerah organisasi pelajar dan santri NU sudah banyak berdiri. sebut saja tsamrotul mustafidzin (Tunas Masa Depan) di Surabaya pada 11 okt 1936, PERSANO (Persatuan Santri Nahdlatul Oelama) tahun 1939, PAMNO (Persatuan Murid NO) dan laìn lain mereka memiliki kegiatan bermacam macam ITNO disumbawa mempunyai klub sepak bola yaog diberi nama ISPNO, Secara ringkas kegiatan kegiatan organisasi kepelajaran NU itu ada dua pola.
1. Mereka yang bermukim dikampung kampung dan pesantre melakukan kegiatan rutinitas keagamaan
2. kegiatan dipusatkan disekolah dan perguruan tinggi meski cakupanya masih kecil, sayangnya asosiasi pelajar dan santri diatas berjalan sendiri sendiri, padahal mereka berada dalam satu maenstrem yaitu NU.

Dimotori oleh M Sufjan cholil (yogyakarta) H Mustahal (Solo) dan Abdul Ghoni Farida (semarang) mereka melakukao berbagai persiapan dan merumuskan usulan pembentukan organisasi baru yang menjadi payung pelajar NU. Kemudian usulan itu mereka sampaikan kepada PB LP Maarie yang saat itu menyelenggarakan konferensi Besar di Semarang pada tahun 1954 gayungpun bersambut, pada tanggal 24 pebruari 1954 M atau 20 jumadil Ahir 1373 H konbes maarif NU diSemarang mengesahkan berdirinya wahana baru dengan nama IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama).
Untuk menindak lanjuti pengesahan konbes maarif tersebut, assabiqunal awalun (sebutan bagi perintis IPNU) Mengadakan konfrensi segi lima disolo. yang meliputi daerah yogyakarta, semarang, solo, jombang dan kediri. konfrensi ini melahirkan beberapa keputusan penting yaitu bahwa organisasi berhaluan aswaja, wilayah garapan organisasi yang husus putra, dan tujuan keberadaan organisasi adalah mengokohkan ajaran islam sekaligus risalah diniyah, meninggikan dan menyempurnakan pendidikan dan ajaran islam, serta menghimpun semua potensi pelajar yang berpaham aswaja disemua sekolah. keputusan yang tidak kalah penting adalah menunjuk Tholhah Mansoer sebagai ketua umum pimpinan pusat IPNU dan menetapkan Yogyakarta sebagai kantor pusat serta sekilas AD/ART IPNU.
selanjutnya IPNU mendapat pengakuan resmi sebagai bagiman dari NU pada muktamar ke-20 disurabaya pada tanggal 9-14 september 1954. kemudian IPNU melaksanakan muktamar pertama tanggal 28 pebruari 1955 dimalang jatim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: